Kembalinya Ideologi Pancasila

Akhir – akhir ini kembali marak isu terorisme, terutama setelah terjadinya beberapa serangan yang ditujukan kepada anggota kepolisian. Dalam sepekan ini sedikitnya terdapat dua kasus penembakan yang dilakukan sekelompok orang yang tidak dikenal. Yang terbaru adalah penembakan  anggota kepolisian Bekasi yang menewaskan seorang polisi yang berpangkat Aipda.

Mengapa ideologi terorisme seolah – olah sangat subur di NKRI ini setelah kran reformasi dibuka selebar – lebarnya, apakah ideologi pancasila sudah tidak ada lagi di jiwa setiap individu – individu yang membentuk bangsa ini. Memang setiap orang bebas berkumpul dan berorganisasi yang dijamin oleh undang – undang, tapi bukan bebas berserikat untuk menghancurkan NKRI dari dalam. Baca tulisan ini lebih lanjut

Imam Ali bin Abi Thalib

ali Inilah Imam Ali bin Abi Thalib as. Seorang figur dan pribadi agung di kalangan umat manusia. Dikenal akrab dengan nilai-nilai kedermawanan, kecerdasan, keadilan, kezuhudan, dan jihad. Dalam dunia Islam, tak seorang dari sahabat Rasulullah saw. yang dapat menandingi sebagian karakteristiknya ini, apalagi seluruh karakteristik tersebut. Karakteristik dan sikap-sikapnya mengungguli seluruh bangsa dunia, baik dari kalangan muslimin maupun selain muslimin. Mereka seluruhnya sepakat bahwa di sepanjang sejarah dunia Arab maupun non – Arab, tak ada seorang pun yang dapat menandinginya kecuali saudara dan putra pamannya, Nabi Muhammad saw.

Berikut ini akan kami paparkan sebagian dimensi kehidupan dan karakteristik Imam Ali bin Abi Thalib as. secara ringkas.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Kesakralan Syahadah Imam Hussein

N5 Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa tragedi pembantaian keluarga Rasul pimpinan Imam Husain ini segera disusul dengan berbagai tanda alam dan lain yang menunjukkan kesakaralan syahadah beliau. Diantaranya disebutkan bahwa kematian suci cucu Rasul di tangan manusia-manusia sadis itu segera disusul dengan bertiupnya angin kencang, angkasa tiba-tiba gelap gulita, sehingga orang-orang tak dapat melihat apa yang ada di depannya.[1]

Selain itu Zari’ Al-Asadi, seorang petani yang bercocok tanam di tepian sungai ‘Alqamah dalam kisahnya tentang Imam Husain mengatakan: Pukulan tongkat Nabi Musa as ke batu dapat memancarkan mata air tetapi musibah Imam Husain telah memancarkan darah dari bebatuan, sebagaimana darah pernah mengucur dari runtuhan batu-batu di Baitul Maqdis.[2]

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.